Perempuan
yang sedang jatuh cinta itu adalah aku. Dulu cinta ini membuatku menjadi
bahagia teramat sangat, namun mengapa kini ia menjadikan ku dilanda gundah
gulana? Aku sangat mencintaimu, mencintai segala yang ada padamu. Tapi ku rasa
cintaku ini tak pernah sekalipun kau hargai, aku tak jua kau lihat dan tak pula
kau dengar.
Aku
perempuan yang begitu mencintaimu, setiap hari nyaris setiap waktu menatap dan
mendoakan mu dari kejauhan. Merindukan sembari berharap sambutan dan uluran
tangan mu atas perasaan ku ini. Sadarkah kau? Bagimu hanya ada dia. Yang selalu
kau pikirkan dan kau angan-angankan. Hingga cintaku ini tak pernah sedikitpun
menjadi hal yang berharga bagimu. Aku tahu itu. Namun dengan bodohnya perasaan
ku ini tak kunjung sirna. Hanya perih yang ku rasa. Sungguh, hatiku teramat
sangat sakit karenanya.
Aku
hanya perempuan yang mencintaimu, apa hak ku untuk melarang atau bahkan
mengatur perasaan mu? Ku mohon. Jika memang tak kan pernah ada ruang dihatimu
untuk ku, maka katakanlah pada ku untuk pergi dari mu. Buatlah aku meninggalkan
mu, hingga tak dapat ku temukan satupun alasan agar tetap disisi mu.
Aku
perempuan yang begitu mencintaimu, tak bisa kah kau belajar mencintaiku? Ada
aku disini yang selalu setia menantimu. Namun mengapa yang kau tatap hanya ia
yang telah menolak cintamu? Mengapa tak kau beri kesempatan pada hatimu agar
bisa mencintaiku sama halnya kau pernah mencintainya?
Aku
perempuan yang mencintaimu dan kini menjadi perempuan yang amat terluka karena
mu. Jika tak kan pernah bisa kau mencintaiku, maka usirlah aku dari hidupmu.
Jangan menjadikanku teman yang begitu kau perhatikan, atau sebagai "hati" yang
selalu kau permainkan. Buatlah aku pergi darimu, kini dan mungkin hingga nanti.






0 komentar:
Posting Komentar