Sudah
lama saya merasakan hal
ini. Hanya saja saya kurang tahu gimana cara nyampeinnya. Kadang kala kasihan
juga sih sama mereka. Bukannya bermaksud menjudge, meremehkan atau
gimana-gimana. Tapi menurut saya cara mereka salah. Mereka bertindak
seakan-akan ingin menunjukkan keEKSISannya, lewat inilah itulah. Tragis juga
sih. Tindakan yang menurut mereka bisa menunjukkan keelokan fisik dan
intelektualnya, menurut saya malah semakin memperjelas (maaf) kebodohannya.
Bukan berarti saya lebih baik dari mereka. Saya percaya bahwa diatas langit
masih ada langit. Pun sama halnya dengan saya. Mereka pasti memiliki sesuatu
yang tidak saya miliki. Namun haruskah dengan cara itu? Toh penjewantahan
keelokan rupa dan akal tak perlu gitu-gitu juga kali. Orang baik tetap saja
akan dianggap baik meski ia tak mengaku baik. Orang hebat akan tetap dianggap
hebat meski ia tak mengaku hebat. Saya bukan ahli sosiologi bukan pula ahli
psikologi. Hanya saja menurut saya sikap mereka kurang tepat. inikah salah satu
dampak globalisasi
informasi dan teknologi? (dan globalisasipun jadi kambing hitam). Entahlah...
Saya menjumpai mereka nyaris setiap hari. bukan berarti bahwa orang-orang seperti mereka semuanya sama. ibarat makanan baru dan makanan basi, saya percaya bahwa kita dapat membedakannya dengan mudah. kalau kata pepatah, tong kosong nyaring bunyinya. Nah kalau dalam Islam kurang lebih seperti ini. Allah tidak menyukai orang-orang yang miskin lagi menyombongkan diri. Namun bukan berarti orang kaya boleh sombong. hanya saja orang kaya punya sesuatu untuk disombongkan. Menurut saya, sikap mereka untuk menunjukkan keEKSISan mereka kurang lebih seperti hal-hal yg diatas. Jadi bukankah akan lebih baik jika kita bersikap seperlunya dan tidak melebih-lebihkan? MALU! -___-
Banyak orang hebat diluar sana yang tetap saja kalem, stay cool, tidak talekang (Bahasa Indonesianya talekang apa ya?). Nah orang yang biasa-biasa saja malah cuap-cuap kanan kiri hanya untuk setetes kebaikan yang dilakukan. Saya bukan filsuf hebat atau sufi yang bijak. Tapi inilah pendapat saya mengenai fenomena-fenomena sebagian mahasiswa di zaman sekarang ini. Hebat berteori, praktek nihil! Sekalipun ada praktek, menurut saya hanya sebagai kedok untuk menunjukkan keEKSISan. Sebagian dari mereka paham betul apa yang benar dan apa yang salah, apa yang baik dan apa yang buruk, tapi masih saja mengerjakan segala hal yang salah dan buruk. Sebagian dari mereka sibuk mengkritik sana-sini bahkan tanpa berusaha melihat kelemahan dan kekurangan diri. Bukankah perubahan dimulai dari diri sendiri? Bagaimana bisa mengubah sistem dunia yang bobrok ini jika diri sendiri saja belum tuntas dibenahi?
Saya menjumpai mereka nyaris setiap hari. bukan berarti bahwa orang-orang seperti mereka semuanya sama. ibarat makanan baru dan makanan basi, saya percaya bahwa kita dapat membedakannya dengan mudah. kalau kata pepatah, tong kosong nyaring bunyinya. Nah kalau dalam Islam kurang lebih seperti ini. Allah tidak menyukai orang-orang yang miskin lagi menyombongkan diri. Namun bukan berarti orang kaya boleh sombong. hanya saja orang kaya punya sesuatu untuk disombongkan. Menurut saya, sikap mereka untuk menunjukkan keEKSISan mereka kurang lebih seperti hal-hal yg diatas. Jadi bukankah akan lebih baik jika kita bersikap seperlunya dan tidak melebih-lebihkan? MALU! -___-
Banyak orang hebat diluar sana yang tetap saja kalem, stay cool, tidak talekang (Bahasa Indonesianya talekang apa ya?). Nah orang yang biasa-biasa saja malah cuap-cuap kanan kiri hanya untuk setetes kebaikan yang dilakukan. Saya bukan filsuf hebat atau sufi yang bijak. Tapi inilah pendapat saya mengenai fenomena-fenomena sebagian mahasiswa di zaman sekarang ini. Hebat berteori, praktek nihil! Sekalipun ada praktek, menurut saya hanya sebagai kedok untuk menunjukkan keEKSISan. Sebagian dari mereka paham betul apa yang benar dan apa yang salah, apa yang baik dan apa yang buruk, tapi masih saja mengerjakan segala hal yang salah dan buruk. Sebagian dari mereka sibuk mengkritik sana-sini bahkan tanpa berusaha melihat kelemahan dan kekurangan diri. Bukankah perubahan dimulai dari diri sendiri? Bagaimana bisa mengubah sistem dunia yang bobrok ini jika diri sendiri saja belum tuntas dibenahi?
Saya bukan pemikir hebat. Bukan pula manusia
yang sempurna. Saya hanya ingin berpendapat......
"ORANG YANG PALING BIJAKSANA ADALAH ORANG YANG MENGETAHUI BAHWA DIA TIDAK TAHU"
"ORANG YANG PALING BIJAKSANA ADALAH ORANG YANG MENGETAHUI BAHWA DIA TIDAK TAHU"






0 komentar:
Posting Komentar