Di sepertiga malam aku
terbangun oleh mimpi buruk yang kualami. Mimpi tentang mu, tentang kita. Mimpi yang
mampu mengubah perasaan ku seketika. Aku benci mimpi itu dan ku pastikan aku
takkan membiarkan mimpi buruk itu menjadi kenyataan. Ini hidup ku bukan? Maka semua
adalah pilihanku. Aku hanya ingin semua yang terjadi adalah apa yang aku
inginkan.
Katanya, pikiran dan perasaan kitalah yang menentukan
kehidupan kita. Semesta adalah “jin lampu ajaib aladin” yang siap mengabulkan
segala apa yang kita pikirkan dan kita rasakan. Tahukah? Saat terbangun aku
hanya mengingatmu, pun ketika hendak memejamkan mata hanya kau yang selalu
terbayang dihati dan dipikiranku.
Tetiba ku teringat akan awal dari kenekatan dan kegilaan
ku ini. Berawal dari daya khayal yang mungkin ku miliki. Atau dapatkah itu ku
sebut sebagai pertanda yang diberi Tuhan untukku? Memori tentang mu begitu
berbekas, merasuk kedalam alam bawah sadarku, merontokkan segala logika ku.
Entah mengapa ada keyakinan tersendiri yang ku rasakan di
hati kecil ini. Bahwa kau adalah sepotong jiwa dan penyempurna yang telah
ditakdirkan Tuhan untukku. Aku tak tahu pasti, yang aku tahu perasaan ku padamu
nyata. Layaknya mentari yang senantiasa terbit dari timur dan tenggelam diufuk
barat.
Tahukah? Kau senantiasa hadir dalam doaku. Dan ku rasa
Tuhan telah hafal akan lantunan doa yang ku pinta padanya nyaris dalam 5 waktu
sehari semalam. Tentang mu, tentang kita. Hanya berharap yang terbaik dari-Nya.
Mencari jawaban akan teka-teki dirimu yang hadir tanpa permisi pada bunga-bunga
tidurku.
Andai
engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika
aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
(Afgan,
Jodoh Pasti Bertemu)






0 komentar:
Posting Komentar