Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ketika lisan tak mampu lagi menjelaskan segala rasa maka aku memilih tulisan untuk menjewantahkan segalanya...

PEREMPUAN ITU


Dan ia masih sangat menginginkannya
Dalam rintik hujan, dalam terik mentari, dalam dingin dan sepinya malam

     Ia hanya seorang  perempuan biasa. Ketika mencintai, seseorang tentu tak terlepas dari rasa sakit. Meski ia tahu suatu saat ia akan terluka, toh tetap saja ia menjaga perasaan itu. Ia masih menyayanginya, entah sampai kapan.  Sesuatu yang bahkan ia tidak tahu persis.
     Semakin hari, rasa cinta yang dimiliknya semakin bertambah, pun dengan rasa sakit yang ia rasakan. Tiada hari yang ia lalui tanpa memikirkan laki-laki itu. namun apakah lelaki itu melakukan hal yang sama?
     Dalam cinta, katanya yang ada hanya ketulusan. Berani memberi cinta, meskipun belum tentu dibalas cinta. Hakikat ketulusan kah itu? perempuan itu tak tahu. Yang ia tahu, ia benar-benar mencintai laki-laki itu dan mengharapkan balasan cinta yang sama darinya.
      Malam-malam yang dingin telah dilewati perempuan itu, dengan suka dan duka bersama seseorang yang ia cintai meski hanya melalui sebuah kecanggihan teknologi masa kini. Baginya itu sudah cukup membahagiakan. Namun sampai kapan mereka hanya terdiam di lorong-lorong peradaban maju zaman sekarang? Begitu maya, seakan jauh dari realita.
      Perempuan itu hanya manusia biasa. Ada kalanya ia begitu letih dengan semua keadaan yang tak kunjung bersahabat. Penantiannya begitu menyiksa. Penuh drama dan air mata. Akankah lelaki itu memahami hatinya?
    Tak jarang perempuan itu ingin berlari dan bersembunyi dari semua. Ketika perasaan tak mampu lagi terbendung, namun harga diri sebagai perempuan yang harus terjaga membuat keadaan menjadi begitu serba salah. Dilema? iya! Bertahan dan memperjuangkan lelaki itu atau menyudahi perasaan yang bahkan belum diketahui akhir ceritanya?
    Mengapa begitu sulit mendapat kejelasan dari lelaki itu? Telah ia coba berkali-kali untuk mencari atau menemukannya sendiri, namun tetap saja ia tak mampu. Satu-satunya jalan hanyalah pernyataan dari lelaki itu sendiri. Berbagai cara ia lakukan untuk mengungkapkan perasaannya meski secara tidak langsung. Namun akankah lelaki itu mengerti atau hanya menganggapnya sebagai angin lalu?
     Kedekatan mereka terjalin dalam berbagai keadaan, juga dalam banyak kota yang mereka lalui. Namun kedekatan itu masih saja tak jelas muaranya. Lalu haruskah perempuan itu melanjutkan penantian dan menjaga cintanya? Atau menyudahi segala usaha yang telah ia lakukan selama ini? Ketika kepercayaan diri perlahan luntur, namun cinta masih tersimpan rapi disudut hati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

Dan mengatakan...

widya itu ?

Unknown mengatakan...

hahaha, someone else. I think it's u, isn't it? :p

Dan mengatakan...

maybe yes , maybe no . but i think it's probably you :p

Posting Komentar