Dan
ia masih sangat menginginkannya
Dalam
rintik hujan, dalam terik mentari, dalam dingin dan sepinya malam
Ia
hanya seorang perempuan biasa. Ketika mencintai,
seseorang tentu tak terlepas dari rasa sakit. Meski ia tahu suatu saat ia akan
terluka, toh tetap saja ia menjaga perasaan itu. Ia masih menyayanginya, entah
sampai kapan. Sesuatu yang bahkan ia tidak
tahu persis.
Semakin
hari, rasa cinta yang dimiliknya semakin bertambah, pun dengan rasa sakit yang ia
rasakan. Tiada hari yang ia lalui tanpa memikirkan laki-laki itu. namun apakah
lelaki itu melakukan hal yang sama?
Dalam
cinta, katanya yang ada hanya ketulusan. Berani memberi cinta, meskipun belum
tentu dibalas cinta. Hakikat ketulusan kah itu? perempuan itu tak tahu. Yang ia
tahu, ia benar-benar mencintai laki-laki itu dan mengharapkan balasan cinta
yang sama darinya.
Malam-malam
yang dingin telah dilewati perempuan itu, dengan suka dan duka bersama
seseorang yang ia cintai meski hanya melalui sebuah kecanggihan teknologi masa
kini. Baginya itu sudah cukup membahagiakan. Namun sampai kapan mereka hanya
terdiam di lorong-lorong peradaban maju zaman sekarang? Begitu maya, seakan
jauh dari realita.
Perempuan
itu hanya manusia biasa. Ada kalanya ia begitu letih dengan semua keadaan yang
tak kunjung bersahabat. Penantiannya begitu menyiksa. Penuh drama dan air mata.
Akankah lelaki itu memahami hatinya?
Tak
jarang perempuan itu ingin berlari dan bersembunyi dari semua. Ketika perasaan
tak mampu lagi terbendung, namun harga diri sebagai perempuan yang harus
terjaga membuat keadaan menjadi begitu serba salah. Dilema? iya! Bertahan dan
memperjuangkan lelaki itu atau menyudahi perasaan yang bahkan belum diketahui
akhir ceritanya?
Mengapa
begitu sulit mendapat kejelasan dari lelaki itu? Telah ia coba berkali-kali
untuk mencari atau menemukannya sendiri, namun tetap saja ia tak mampu. Satu-satunya
jalan hanyalah pernyataan dari lelaki itu sendiri. Berbagai cara ia lakukan untuk mengungkapkan perasaannya meski secara tidak langsung. Namun akankah
lelaki itu mengerti atau hanya menganggapnya sebagai angin lalu?
Kedekatan
mereka terjalin dalam berbagai keadaan, juga dalam banyak kota yang mereka
lalui. Namun kedekatan itu masih saja tak jelas muaranya. Lalu haruskah
perempuan itu melanjutkan penantian dan menjaga cintanya? Atau menyudahi
segala usaha yang telah ia lakukan selama ini? Ketika kepercayaan diri perlahan
luntur, namun cinta masih tersimpan rapi disudut hati.






3 komentar:
widya itu ?
hahaha, someone else. I think it's u, isn't it? :p
maybe yes , maybe no . but i think it's probably you :p
Posting Komentar