Menunggu...
Teringat lirik salah satu lagu bahwa
menunggu itu menyakitkan
Ku rasa itu benar
Menunggu suatu hal yang tidak pasti
nyatanya membuat batin ini tersiksa
Namun ditengah ketersikasaan itu,
menunggu mengajarkan kita arti bersabar
Bersabar akan datangnya waktu yg
dinanti. Pun menunggu mengajarkan arti keikhlasan. Ikhlas untuk bersabar dan
ikhlas menunggu meski yang dinanti belum tentu datang
Terkadang, dalam masa penantian itu rasa
putus asa mendera.
“Ah mungkin lebih baik ku akhiri saja
semua”
Namun sebagian dari diri ini menolaknya.
“Jika bahkan aku berhenti sebelum
mengetahui hasilnya, lantas mengapa dari awal aku menunggu?”
Perdebatan batin yang tidak jarang
kurasakan, sembari berpikir untuk memilih apa yg harus ku lakukan diantara
keduanya, tanpa sadar aku pun melanjutkan penantian ini. Menunggu...
Terdapat salah satu hadist yang
menyatakan bahwa sesungguhnya sesuatu yang tergesa-gesa itu tidaklah baik. Maka
apakah menunggu dalam penantian yg panjang adalah hal yang baik?
Sampai kini belum kutemukan jawabnya,
apakah ada padamu?
Atau aku masih harus mencari tahunya
sendiri?
Waktu benar benar ajaib. Seajaib kamu
yang begitu mudah mengubah suasana hatiku dan kondisiku sepanjang hari
Saat lelah dalam penantian ini, aku
menyepi dalam diam. Bukan untuk pergi, tapi untuk kau cari.
Dan terima kasih karena mencariku, meski
aku tak tahu apakah itu wujud sopan santun mu?
atau kau merasa ada yg hilang dari
harimu?
atau karena kau membutuhkan ku?
Tak pernah sekalipun ku tahu pasti apa
isi hatimu, yang ku tahu kini hanya
menunggu
Tapi sampai kapankah???
Aku sudah berusaha semampuku, dan
memanjatkan doa setulus hatiku. Aku pikir aku sudah melakukan apa yang menjadi
bagian ku. Akankah kau melakukan hal yang sama?
Aku pun ingin mendapat usaha dan doa darimu.
Seperti air yang menghidupkan, ku harap usaha dan doa darimu dapat menumbuhkan
kisah ini. Tidak seperti bunga yang mati sebelum bermekaran, kering...





