Enterobakteria Yersinia pestis dinamai
dari bakteriolog Perancis A.J.E. Yersin) adalah agent penyakit penyebab
penyakit pes. Penyakit pes dibawa oleh hewan pengerat (terutama tikus).
Wabah penyakit ini banyak terjadi dalam sejarah, dan telah menimbulkan korban
jiwa yang besar. Wabah pes masih dapat ditemui di beberapa belahan dunia hingga
kini.
Yersinia pestis adalah bakteri
yang menyebabkan gangguan. Ini adalah bakteri Gram-negatif yang dapat
tumbuh dengan atau tanpa oksigen (yang disebut kualitas tdk anaerobic). Keluarga
Yersinia Pestis sebelumnya telah diklasifikasikan dalam keluarga
Pasteurellaceae, Namun berdasarkan kesamaan dengan Escherichia
coli (E. coli), makaYersinia grup reclassified sebagai anggota dari keluarga
Enterobacteriaceae.
Walaupun terdapat 11 nama spesies
dalam genus Yersinia, hanya tiga patogen yang dianggap penting bagi manusia:
·
Yersinia pestis
·
Yersinia pseudotuberculosis
·
Yersinia enterocolitica.
Yersinia
pseudotuberculosis
adalah yang paling dekat dengan genetika
Yersinia pestis, tetapi dapat dibedakan dari Yersinia pestis oleh gejala-gejala
itu penyebab dan hasil ujilaboratorium. Baik bakteri ini sering menjangkiti
manusia, kontras ke Yersinia enterocolitica,yang menyumbang 1 sampai 3 persen
dari kasus diare yang disebabkan oleh bakteri.
Yersinia Pestis di Binatang
Yersinia pestis paling sering ditemukan pada
tikus, tetapikadang-kadang dalam hewan lainnya, seperti:
·
Tikus (Mice)
·
Squirrels
·
Kutu
·
Kucing
·
Anjing
·
Tikus kayu
·
Chipmunks.
Pengobatan
Bila tidak cepat diobati, pes dapat menyebabkan angka kematian hampir 50 % ; pneumonia akibat pes hampir 100 % fatal. Obat pilihan adalah Streptomisin. Tetracyclin adalh obat alternatif dan kadang-kadang diberikan kombinasi dengan Streptomisin.
Bila tidak cepat diobati, pes dapat menyebabkan angka kematian hampir 50 % ; pneumonia akibat pes hampir 100 % fatal. Obat pilihan adalah Streptomisin. Tetracyclin adalh obat alternatif dan kadang-kadang diberikan kombinasi dengan Streptomisin.
Cara
Penyebaran dan Pengendalian
Yersinia pestis awalnya menginfeksi dan menyebar ke hewan pengerat
rumah (misalnya tikus) dan hewan lain (misalnya kucing), dan manusia dapat
terinfeksi karena gigitan pinjal atau dengan kontak. Vektor pes yang paling
lazim adalah pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), tetapi pinjal lain dapat juga
menularkan infeksi.
Untuk pengendalian pes dibutuhkan penelitian pada hewan yang
terinfeksi, vektor,dan kontak manusia dan pembantaian hewan yang terinfeksi
pes. Semua pasien yang dicurigai menderita pes harus diisolasi terutama kalau
kemungkinan keterlibatan paru-paru belum disingkirkan. Kontak pasien yang
dicurigai menderita pneumonia pes harus diberi tetrasiklin 0’5 gram per hari
selama 5 hari, sebagai kemoprofilaksis. Selain itu, kondisi lingkungan juga
berperan dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Oleh karena itu, untuk
meminimalisasi kasus pes, perlu usaha masyarakat dalam menjaga sanitasi dan
higienitas lingkungannya.






0 komentar:
Posting Komentar