Mari memulai dengan bismillah :)
14 februari 2013. Hari ini hari yang cukup
melelahkan. Berharap dapat bertemu dgn Mr.F, pada kenyataannya bahkan
bayangannya pun tak dapat saya jumpai. Valentine? ah hari valentine atau bukan,
bagi saya sama saja. Saya tetap lebih menyukai dan akan selalu suka pada hari
dimana rintik hujan menyentuh rerumputan seisi unhas :D Dan kisahpun kembali
dimulai...
Jreng jreng jreng!
Sesaat
yang lalu Mr.G telah menyampaikan isi hati Mr.F pada saya. Walaupun Mr.G
dan beberapa teman yang lain telah memberitahu saya mengenai hal itu, saya
masih sedikit terperanjat dan tidak percaya. Bagaimana mungkin Mr.F yang baru
mengenal saya kurang dari 2 minggu, bisa begitu menyukai saya? Bagi saya itu
hanyalah sebuah lelucon. Dan pikiran negatifpun mulai berkembang. Ketika itu
saya menyangka bahwa Mr.F hanya mempermainkan saya. Oleh karenanya, melalui
Mr.G saya memperingatkan Mr.F untuk jangan mempermainkan saya.
Hari-hari terlewati dengan begitu cepat, BSS pun telah usai. Ketika itu sedang bulan Ramadhan. Beberapa hari lagi, hari kemenangan umat Muslim akan tiba. Malam itu, ketika malam takbiran, Mr.F menghubungi saya. Ia mengajak saya untuk melewati malam takbiran bersama sembari bermain kembang api. Ia datang dan menjemput saya di rumah. Apa yang terjadi? Walau sebenarnya saya ingin menerima ajakannya, malam itu saya menolaknya. Alasan pertama, dia adalah seorang teman yang baru saja saya kenal. Kedua, saya takut dianggap gampangan olehnya. Dan ketiga, saat itu saya benar-benar tidak mempunyai uang sama sekali -,- (bagaimana mungkin saya pergi dengan teman baru tanpa membawa uang sepeserpun?) Hingga kini, keputusan saya malam itu masih seringkali saya sesali. Seharusnya ketika itu saya bisa sedikit berusaha untuk menghargai ajaknnya kepada saya. Tapi ya sudahlah...
Hari-hari terlewati dengan begitu cepat, BSS pun telah usai. Ketika itu sedang bulan Ramadhan. Beberapa hari lagi, hari kemenangan umat Muslim akan tiba. Malam itu, ketika malam takbiran, Mr.F menghubungi saya. Ia mengajak saya untuk melewati malam takbiran bersama sembari bermain kembang api. Ia datang dan menjemput saya di rumah. Apa yang terjadi? Walau sebenarnya saya ingin menerima ajakannya, malam itu saya menolaknya. Alasan pertama, dia adalah seorang teman yang baru saja saya kenal. Kedua, saya takut dianggap gampangan olehnya. Dan ketiga, saat itu saya benar-benar tidak mempunyai uang sama sekali -,- (bagaimana mungkin saya pergi dengan teman baru tanpa membawa uang sepeserpun?) Hingga kini, keputusan saya malam itu masih seringkali saya sesali. Seharusnya ketika itu saya bisa sedikit berusaha untuk menghargai ajaknnya kepada saya. Tapi ya sudahlah...
Lebaranpun
tiba. Dengan setia, ia seringkali menelpon saya. Meski saya kurang merespon
niat baiknya itu. Entah kenapa, saya bersikap seperti itu padanya. Dingin dan
menjaga jarak darinya. Mungkin karena saya terlalu sok, atau karena ketakutan
dan ketidakpercayaan saya padanya.
Beberapa hari kemudian, libur lebaran usai. Sudah saatnya untuk kembali kuliah dan memulai masa pengkaderan. Kami mulai disibukkan dengan atribut-atribut yang harus kami lengkapi. Dan saat itu saya terkendala pada PITA UNGU. Yup, di fakultas kami, pita ungu adalah salah satu atribut yang wajib maba kenakan.
Beberapa hari kemudian, libur lebaran usai. Sudah saatnya untuk kembali kuliah dan memulai masa pengkaderan. Kami mulai disibukkan dengan atribut-atribut yang harus kami lengkapi. Dan saat itu saya terkendala pada PITA UNGU. Yup, di fakultas kami, pita ungu adalah salah satu atribut yang wajib maba kenakan.
Suatu
malam, Mr.F berkunjung ke rumah saya. Dengan manis ia berjanji bahwa ia akan
membawakan saya pita ungu yang dimilikinya. Ketika itu saya sedang makan malam,
saat ia mengirimkan pesan singkat kepada saya bahwa ia telah berada di depan
rumah. Sedikit berleha-leha, saya membuatnya menunggu hehe. Setelah mengenakan
jilbab,, saya lalu keluar menemuinya.
Oh! betapa terkejutnya saya. Ketika saya melihatnya sedang bersama seorang perempuan cantik yang berada diboncengan motornya. Dengan jaim saya hanya menyunggingkan senyumana paksa pada perempuan cantik itu. Mr.F lalu memberi saya pita ungu yang dijanjikannya. Tidak lama kemudian, iapun pamit pulang. Tahukah bagaimana perasaan saya ketika ia berpaling dari saya dan pulang bersama perempuan itu? Kini baru saya sadari, bahwa saat itu saya merasakan cemburu padanya.
Seperti biasa, kami saling sms-an. Dengan rasa penasaran yang luar biasa saya memberanikan diri menanyakan siapa gerangan perempuan cantik itu. Dan ternyataaaaaaaaaaaa, perempuan itu adalah Miss N. Adik perempuan Mr.F. hoaaah, betapa leganya saya mendengar pengakuannya. rasa penyesalan pun mulai muncul, mengapa saya tidak bersikap lebih manis pada Miss N?
Oh! betapa terkejutnya saya. Ketika saya melihatnya sedang bersama seorang perempuan cantik yang berada diboncengan motornya. Dengan jaim saya hanya menyunggingkan senyumana paksa pada perempuan cantik itu. Mr.F lalu memberi saya pita ungu yang dijanjikannya. Tidak lama kemudian, iapun pamit pulang. Tahukah bagaimana perasaan saya ketika ia berpaling dari saya dan pulang bersama perempuan itu? Kini baru saya sadari, bahwa saat itu saya merasakan cemburu padanya.
Seperti biasa, kami saling sms-an. Dengan rasa penasaran yang luar biasa saya memberanikan diri menanyakan siapa gerangan perempuan cantik itu. Dan ternyataaaaaaaaaaaa, perempuan itu adalah Miss N. Adik perempuan Mr.F. hoaaah, betapa leganya saya mendengar pengakuannya. rasa penyesalan pun mulai muncul, mengapa saya tidak bersikap lebih manis pada Miss N?
Namun
hubungan kami yang mulai mencair ini tak bertahan lama. Sesuatu terjadi pada
Mr.F. Dikampus ia jarang hadir, ponselpun tidak aktif. Ada apa? Mengapa? Saya
mulai bertanya-tanya. Tapi karena rasa gengsi yang terlalu tinggi, saya tidak
berani untuk memulai dan mencari tahu tentangnya. Diam dan menunggu hanya itu
yang saya lakukan. Minggu-minggu pertama perkuliahanpun terasa sangat hambar.
Saya tidak bisa bertemu Mr.F dan dia tidak lagi menghubungi saya seperti biasa.
Berakhir sampai disinikah kisah kami? to be continue ^^
Sungguh mengingat kisah ini menimbulkan gejolak di hati saya. Rasa penyesalan yang hingga kini masih saja menghantui saya. Seandainya dulu saya bisa sedikit mengalahkan rasa gengsi saya, bagaimana jadinya kisah kami saat ini? Pertanyaan inilah yang seringkali menghantui saya.
Sungguh mengingat kisah ini menimbulkan gejolak di hati saya. Rasa penyesalan yang hingga kini masih saja menghantui saya. Seandainya dulu saya bisa sedikit mengalahkan rasa gengsi saya, bagaimana jadinya kisah kami saat ini? Pertanyaan inilah yang seringkali menghantui saya.






0 komentar:
Posting Komentar