Semuanya masih begitu lekat diingatan.
Kala itu aku mendengar kisahnya dari seorang perempuan yang kelak akan
merasakan hal yang sama. Seorang perempuan yang memiliki rahim yang akan
mengandung calon-calon pemimpin dimasa depan, seorang perempuan yang akan rela
mengorbankan hidupnya demi kehidupan penerusnya dimasa depan, seseorang yang
begitu dekat paling tidak selama 9 bulan awal kehidupan.
Kisah
ini bak seorang perempuan yang mengandung buah cinta yang begitu ia kasihi. Hal
yang sedari dulu diimpikan dan diharapkan, yang kini menyapa dengan indah
dibalik tangisan yang harus dilalui.
Kata
pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Mungkin itu benar,
mungkin pula itu salah besar. Seorang perempuan yang berjiwa besar dan secara
sadar rela menjalaninya, mungkin akan berbalas dengan indah ketika masa partus
telah dilalui. Atau mungkin juga hal itu akan berakhir duka, jika partus yang
dilaksanakan nanti tidak mengizinkan benih yang selama ini dijaga untuk hidup
dan hanya meninggalkan luka menganga yang tak akan habis sakitnya ditelan
zaman.
Duhai
perempuan, sungguh malang nasibmu. Setelah sedikit kebahagiaan dan banyak
kesakitan yang telah kau lalui tidak pernah ada jaminan untukmu diakhir kisah.
Kini telah 8 bulan berlalu, ibarat ibu hamil, janin yang dikandungnya kini
telah tumbuh nyaris sempurna. Sedikit lagi, kau akan menemukan akhir dari
segala perjuangan yang selama ini kau lalui.
Duhai
perempuan, waktu kini telah berganti. Lantas apakah harapmu telah berganti
pula? Sedikit lagi. Iya, sedikit lagi. Masih mampukah kau bertahan?
Selama
8 bulan terakhir kau telah melaluinya dengan ia disisimu. Suka duka, gelap
terang, semuanya dilalui bersama. Bagaimana kelak? Sebulan kedepan? Akankah ia
akan benar-benar ada disisimu dan menopangmu di kala lemah? Atau akan kau
temukan kenyataan bahwa benih yang selama ini kau jaga dan kau rawat hanya akan
meninggalkanmu dan menyisakan kesedihan yang amat mendalam bagimu?
Ketuban
pecah dini, ah ku harap itu tak terjadi. Pun dengan kelahiran BBLR, terlebih
lagi untuk sebuah lahir mati. Ku mohon, jangan sampai. Harapanku sama dengan
harapan semua perempuan. Berharap aku, kamu, dan kita perempuan dapat memiliki
akhir bahagia di ujung perjuangan kita selama 9 bulan keajaiban yang Tuhan
tunjukkan pada kita. Pun dengan dikau, duhai perempuan. Bersabarlah. Bukankah
Tuhan telah menjanjikan keberadaan-Nya disisimu jikalau engkau bersabar? Iya,
aku percaya kau masih mampu bertahan. Kau perempuan hebat yang menghebatkan.
Maka Tuhan tentu akan mengirimkan ia yang hebat untuk mendampingi dan menjagamu
dalam kehebatan-Nya.






0 komentar:
Posting Komentar