Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ketika lisan tak mampu lagi menjelaskan segala rasa maka aku memilih tulisan untuk menjewantahkan segalanya...

Ibarat Partus



   Semuanya masih begitu lekat diingatan. Kala itu aku mendengar kisahnya dari seorang perempuan yang kelak akan merasakan hal yang sama. Seorang perempuan yang memiliki rahim yang akan mengandung calon-calon pemimpin dimasa depan, seorang perempuan yang akan rela mengorbankan hidupnya demi kehidupan penerusnya dimasa depan, seseorang yang begitu dekat paling tidak selama 9 bulan awal kehidupan.
   Kisah ini bak seorang perempuan yang mengandung buah cinta yang begitu ia kasihi. Hal yang sedari dulu diimpikan dan diharapkan, yang kini menyapa dengan indah dibalik tangisan yang harus dilalui.
   Kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Mungkin itu benar, mungkin pula itu salah besar. Seorang perempuan yang berjiwa besar dan secara sadar rela menjalaninya, mungkin akan berbalas dengan indah ketika masa partus telah dilalui. Atau mungkin juga hal itu akan berakhir duka, jika partus yang dilaksanakan nanti tidak mengizinkan benih yang selama ini dijaga untuk hidup dan hanya meninggalkan luka menganga yang tak akan habis sakitnya ditelan zaman.
   Duhai perempuan, sungguh malang nasibmu. Setelah sedikit kebahagiaan dan banyak kesakitan yang telah kau lalui tidak pernah ada jaminan untukmu diakhir kisah. Kini telah 8 bulan berlalu, ibarat ibu hamil, janin yang dikandungnya kini telah tumbuh nyaris sempurna. Sedikit lagi, kau akan menemukan akhir dari segala perjuangan yang selama ini kau lalui.
   Duhai perempuan, waktu kini telah berganti. Lantas apakah harapmu telah berganti pula? Sedikit lagi. Iya, sedikit lagi. Masih mampukah kau bertahan?
   Selama 8 bulan terakhir kau telah melaluinya dengan ia disisimu. Suka duka, gelap terang, semuanya dilalui bersama. Bagaimana kelak? Sebulan kedepan? Akankah ia akan benar-benar ada disisimu dan menopangmu di kala lemah? Atau akan kau temukan kenyataan bahwa benih yang selama ini kau jaga dan kau rawat hanya akan meninggalkanmu dan menyisakan kesedihan yang amat mendalam bagimu?
   Ketuban pecah dini, ah ku harap itu tak terjadi. Pun dengan kelahiran BBLR, terlebih lagi untuk sebuah lahir mati. Ku mohon, jangan sampai. Harapanku sama dengan harapan semua perempuan. Berharap aku, kamu, dan kita perempuan dapat memiliki akhir bahagia di ujung perjuangan kita selama 9 bulan keajaiban yang Tuhan tunjukkan pada kita. Pun dengan dikau, duhai perempuan. Bersabarlah. Bukankah Tuhan telah menjanjikan keberadaan-Nya disisimu jikalau engkau bersabar? Iya, aku percaya kau masih mampu bertahan. Kau perempuan hebat yang menghebatkan. Maka Tuhan tentu akan mengirimkan ia yang hebat untuk mendampingi dan menjagamu dalam kehebatan-Nya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar