Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ketika lisan tak mampu lagi menjelaskan segala rasa maka aku memilih tulisan untuk menjewantahkan segalanya...

Untukmu Ibu



Untukmu perempuan hebat, Ibu
      Terima kasih Ibu atas cinta yang telah kau berikan padaku. Cinta yang sepanjang hidupku takkan mampu ku balas, bahkan bila ku tukar dengan nyawaku sekalipun.
        Disepanjang 20 tahun kehidupanku, engkau senantiasa menjadi tempat ku berpulang. Saat bahagia datang, saat duka menhampiri. Engkau selalu memberikanku cinta, meski dengan wujud yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang. 
        Aku tahu dengan baik kehidupanmu yang kelam Ibu. Ketika usia 7 tahun engkau kehilangan ibu dan mendapat gelar anak yatim, iya anak yatim sepertiku kini. Ketika engaku beranjak remaja, nenek yang membesarkanmu dan menjadi pengganti ibu untukmu pun lalu meninggalkanmu untuk selama-lamanya. Tak hanya sampai disitu, ketika engkau telah menjadi seorang istri dan menjadi seorang ibu, engkau masih harus kehilangan suami dan ayah dari anak-anakmu.
       Bagiku engkau adalah perempuan hebat. Perempuan yang selama 20 tahun kehidupanku menjadi malaikat yang senantiasa dapat menenangkanku dalam keadaan dan kondisi apapun. Engkau adalah sosok yang selalu ku rindukan, sosok yang begitu ku dambakan dan sosok yang tak akan tergantikan..
    Engkau perempuan hebat yang menghidupi kami, anak-anakmu yang hingga kini belum bisa membahagiakanmu. Dibalik tubuhmu yang mulai renta, engkau selalu berjuang untuk menghidupi kami. Berjuang untuk menyekolahkan kami. Meski dengan penuh keringat dan air mata, engkau tidak pernah berputus asa. Ibu, kau mengajarkan kami arti kehidupan, kehidupan yang sesungguhnya. Engkau membukakan kami jendela dunia dan menyadarkan kami akan beratnya kehidupan di dunia yang fana.
         Terima kasih padamu Ibu atas segala cinta, pengorbanan, dan perjuanganmu untuk kami anak-anakmu. Terima kasih padamu Ibu yang menghidupi kami ditengah-tengah kejamnya dunia dan diantara tatapan mata mereka yang membenci dan merendahkan kita.
       Maafkan anakmu ini Ibu yang tak pernah sekalipun membuatmu bangga. Maafkan anakmu ini Ibu, anak yang kurang perhatian, yang hanya sibuk apada dunianya sendiri hingga seringkali kurang mempedulikanmu.
      Ibu, aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku sangat mencintaimu melebihi segala apapun di dunia ini. Bagiku engkau adalah setinggi-tingginya cinta setelah cintaku kepada Tuhan. Aku hanya berharap bahwa rasa cinta yang jarang ku ungkapkan ini dapat engkau rasakan. Aku ingin engkau tahu ibu bahwa kami akan selalu ada  untukmu bahkan ketika dunia membenci dan mencacimu. Aku ingin engkau tahu ibu bahwa bagi kami engkau adalah sosok ibu yang sempurna meski kami sadar engkau bukanlah perempuan yang sempurna.
        Hari ini, 12 November 2013 engkau tepat berusia 41 tahun. 41 tahun kehidupan yang begitu berat. 41 tahun kehidupan yang telah mengajarkanmu pahit dan manis kehidupan. Ku mohon, setelah hari ini hiduplah dengan sehat dan bahagia. Ku mohon, berjanjilah pada kami untuk senantiasa mendampingi kami disepanjang kehidupan kami, anak-anakmu yang nakal ini. Ku mohon, berikan kami kesempatan agar dapat membuatmu bangga karena telah melahirkan kami ke dunia ini.
       Hari ini 12 November 2013. Aku senantiasa berdoa untukmu Ibu. Untuk kesembuhanmu disana. Aku senantiasa berdoa untukmu Ibu. Ku harap Tuhan memberikan kasihnya untuk keluarga kita, hingga tiba masanya kami dapat mengukir senyum di wajahmu yang kini mulai menua. Selamat ulang tahun Ibu. Selamat ulang tahun Ibu. Semoga kami dapat menyempurnakan kehidupanmu dan memberikanmu sebaik-baik cinta yang kami punya.
        Untukmu perempuan hebat, Ibu
        Selamat ulang tahun
        Aku mencintaimu
        Kami mencintaimu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar